Tampilkan postingan dengan label MUSIX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSIX. Tampilkan semua postingan

ROCK INDONESIA BANGKIT KEMBALI

Senin, 02 Agustus 2010



Indutri Musik Indonesia tidak dapat di pungkiri di monopoli oleh musik sendu dan berdayu-dayu,liriknya pun tidak lepas dari cinta melulu.Sementara buat band-band yang mengusung genre rock seakan tidak dapat tempat di industri musik.Meskipun ada band musik rock yang dilirik industri rekaman,terkadang mereka harus berkompromi dalam membuat musik dan lirik dengan yang namanya kemauan pasar agar bisa diterima masyarakat dan laku terjual.Karena jika tidak menuruti kemauan pasar tersebut,konsekuensinya tidak akan eksis atau hanya menjadi band-band panggung.Eksisitensi musik rock memang mengalami pasang surut,padahal Rock adalah genre musik yang identik dengan semangat anak muda dunia, termasuk di Indonesia. Rock seakan menjadi salah satu genre musik yang ampuh untuk menarik massa untuk datang ke sebuah acara. Perkembangan musik yang pernah disebut Bung Karno – Presiden RI pertama – sebagai “musik ngak-ngik-ngok” dan sempat dilarang beredar di akhir tahun ’50-an di Indonesia – yang kelak melahirkan gerakan Indorock yang populer di Belanda dan Eropa.Koes Plus (salah satu tonggak musik Pop-Rock di Indonesia), God Bless, dan Slank, adalah beberapa nama yang mewakili tiap masa evolusi aliran musik yang dianggap provokatif ini. Tapi, apakah kini Rock masih bergema di pelosok nusantara?

RAKSASA dan The Time Travellers mencoba untuk menyumbangkan eksistensi mereka di blantika musik tanah air dengan menyuguhkan tema Rock Indonesia, demi menjaga agar gemanya tetap ada.

Saat itu, 22 Agustus 2008, studio Metro TV tengah berlangsung shooting Kick Andy. Tema yang diangkat adalah solidaritas antar sesama musisi yang diikat dalam sebuah program bernama Suara Hati Kami – diprakarsai oleh Melanie Soebono. Di antara sederet nama artis yang tampil saat itu, muncul sekelompok musisi muda yang bernama Indie All Stars, tampil memukau penonton dengan lagu Rock murni milik God Bless, berjudul Raksasa. Mereka adalah Franki Indrasmoro (drum) – atau yang lebih dikenal sebagai Pepeng – dari NAIF, Eka Annash (vokal) dari The Brandals, Iman Fattah (gitar, putera dari Donny “God Bless” Fattah) dari Zeke And The Popo yang kini tengah sibuk bersama Tika And The Dissidents, Sammy (bass) dari Seringai, dan seorang solois gitar yang tengah menanjak namanya dengan genre Blues yang diusungnya, Adrian Adioetomo (gitar). Mereka dipertemukan oleh Adib Hidayat – senior editor majalah Rolling Stone Indonesia. Sejak itu, band dadakan yang kemudian mengubah namanya menjadi RAKSASA – terinspirasi dari judul lagu God Bless tadi – ini jadi semangat untuk berjam session. Di akhir 2009 Eka dan Sammy mengundurkan diri, kemudian digantikan oleh Adi Cumi dari Fable untuk posisi vokal, dan Bonny Sidharta dari Dead Squad pada bass.

Setelah sekian lama berdiri, RAKSASA baru resmi tampil di depan publik beberapa waktu lalu, tapatnya tanggal 15 Juli 2010, di sebuah acara kecil yang diadakan di Eastern Promise, Kemang. Pada kesempatan ini pula mereka meluncurkan 2 buah single yang berjudul Pesawatku Delay dan Nyalakan Apimu. Dua nomor Rock ala Rock Indonesia yang kental dengan nuansa Blues di dalamnya.

Bagaimana dengan The Time Travellers? Bendera Indorock yang banyak dianggap orang sudah usang mampu mereka kibarkan kembali sejak pemunculan pertama mereka di MU CafĂ©, tanggal 7 Mei 2010 lalu. Band yang dimotori oleh Rio Dalimonthee (gitar), Adly (gitar, dari band Antri) dan Awan Garnida (bass, dari band SORE) ini turut melibatkan Pepeng NAIF pula didalamnya, juga mengangkat beberapa nama musisi baru seperti Agus Budhy Prasetyo (gitar), Yossy Cakramega (gitar) dan Juliansyah. (gitar, dari band That’s Rockefeller).


Nama Rio Dalimonthee mungkin tidak terlalu populer di dunia musik. Namun Rio merupakan salah satu pelaku sejarah musik kita. Beliau adalah salah seorang personil The Timebreakers, sebuah band asal Den Haag – Belanda, yang pernah terkenal di negaranya di era ‘60an. Siapa sangka, pada masa itu, di negara yang pernah menjajah Indonesia selama 3,5 abad itu banyak terdapat band Rock N’ Roll yang personilnya rata-rata terdiri atas orang-orang Indonesia. Dan peruntungan mereka bagus di sana. Salah satu dari band-band tersebut adalah The Timebreakers ini.

Bersama The Time Travellers, Rio Dalimonthee sepakat untuk mengangkat kembali sebuah genre musik asal Indonesia yang merupakan percampuran Keroncong-Hawaiian-Country (dari permainan gitarnya) dengan Rock N’ Roll, yang telah dilupakan dunia – bahkan di Indonesia sendiri – yang tak bisa dipungkiri adalah bagian dari budaya negara kita yang patut untuk dilestarikan. Berbekal stage act band-band Indorock di masa silam yang penuh aksi akrobat yang sensasional, The Time Travellers – yang sementara ini diproyeksikan hanya sebagai band panggung saja – berupaya untuk menularkan virus Indorock ke anak muda Indonesia, agar mereka lebih berwawasan luas akan arti Rock N’ Roll yang kerap kali hanya dipakai sebagai gaya hidup saja.

Keduanya, baik RAKSASA maupun The Time Travellers, mengajak anak muda Indonesia untuk mendukung pergerakan Rock Indonesia pada khususnya, dan musik Indonesia pada umumnya.

THE TIME TRAVELLERS &RIO DALIMONTHE (IndoRock-Revivalist&Idealist)

Kamis, 22 Juli 2010


Indorock, sebuah musik berakar Rock N’ Roll yang dipadukan dengan permainan gitar ala Keroncong yang dibawa Portugis ke Indonesia, digabung dengan unsur Country dan Hawaiian, dan sebagian besar musisi musisinya adalah orang Indonesia.Setelah Indonesia merdeka fisik pada tahun 1945, para kompeni pulang ke negara asalnya, diboncengi oleh serombongan imigran Indonesia. Dari situlah gerakan Indorock bermula. Sebuah musik unik yang mulai tumbuh sekitar tahun 1950-an di daratan Belanda, Eropa, dan kemudian mendunia, Jauh sebelum Kejayaaan The Beatles, Jimimy Hendrix atau Rolling Stones
Terdapat puluhan band IndoRock di daratan eropa saat itu, di antaranya The Tielman Brothers, The Javalins, The Time Berakers, dsb. Dedikasi dan inovasi Andy Tielman (salah seorang personil Band Indorock) yang sangat berpengaruh bagi perkembangan budaya pop belanda membawa gelar The Godfather of Dutch Rock & Roll, The Uncrowned King of Indorock,
dan penghargaan Order of the Orange-Nassau ke pangkuannya.
Sayang nampaknya di Indonesia sendiri eksistensi Band band Indorock ini kurang dikenal,
Padahal sebelum The Beatles terkenal Paul Mc Cartney pernah menonton band-band Indorock
dan dia sangat terinspirasi akan musik-musik band indorock.
Lalu teknik permainan gitar sang dewa gitar Jimmy Hendrik sebenarnya sudah dimainkan secara apik oleh The Tielman Brothers.
Kini, Rio Dalimonthee (salah satu personil dari band IndoRock- The Time breakers, 1964-1977), bersama pemain bass SORE/G Pluck, Awan Garnida, Adli (Antri Band, vokal-gitar), Franki "Pepeng" Indrasmoro (NAIF/RAKSASA PROJECT, drum) , Agus Budhy Prasetyo (session player, gitar), Yossi (session player, gitar), dan Taufan Novriyanda (sebagai Manager), membentuk sebuah band dengan misi untuk mengangkat kembali harta katun Indonesia ini yang kemudian diberi nama THE TIME TRAVELLERS

Beberapa waktu lalu, di MU Cafe, Thamrin, NO2 Kemang, dan di Jaya pub Thamrin – Jakarta, menjadi saksi penampilan THE TIME TRAVELLERS. Aksi panggung mereka cukup memukau penonton yang hadir dalam acara yang dibintangi G Pluck itu. Dengan menampilkan nomor-nomor anthem Indorock seperti The Java Guitar dan Black Eyes, ditambah beberapa lagu lainnya seperti La Bamba, Heartbreak Hotel, 18th Century, dan Shake Baby Shake, THE TIME TRAVELLERS benar-benar mampu meramaikan suasana. Memang belum sefantastis penampilan para pendahulunya, namun untuk sebuah awal, aksi THE TIME TRAVELLERS cukup luar biasa. Untuk saat ini The Time Travellers masih membawakan nomor nomor anthem Indorock pendahulunya, namun bukan tidak mungkin kedepannya The Time Travellers akan membawakan lagu lagu Indonesia yang pernah harum atau bahkan lagu anak anak Indonesia, dengan arrangement dan gaya bermusik Indorock
Kini THE TIME TRAVELLERS telah siap mengembalikan Indorock ke posisinya semula. Sebagai salah satu budaya Indonesia yang patut dilestarikan dan layak diperhitungkan oleh dunia.

 
 
 

FAVORIT

SOROT

Bagaimana Mendapatkan Penghasilan? Ada dua cara mendapatkan penghasilan di Oriflame: # Keuntungan Langsung 30 persen dari jumlah yang Anda bayarkan pada Oriflame # Penghasilan tak terbatas dengan mengajak orang lain untuk merekomendasikan produk Oriflame.Contoh: Anda memiliki 10 pelanggan perbulan, dimana setiap orang membeli 4 produk senilai Rp. 29.900,-. Anda mendapatkan dari pelanggan Rp. 1.196.000,- Anda membayar ke Oriflame Rp. 920.000,- Anda mendapat keuntungan Rp. 276.000,- Contoh: Anda memiliki 10 pelanggan perbulan, dimana setiap orang membeli 4 produk senilai Rp. 29.900,-. Anda mendapatkan dari pelanggan Rp. 1.196.000,- Anda membayar ke Oriflame Rp. 920.000,- Anda mendapat keuntungan Rp. 276.000,- Mengajak orang merekomendasikan produk Oriflame Sebarkan pengalaman menarik Anda dalam menjual produk-produk Oriflame dan ajak orang lain untuk merekomendasikan produk Oriflame dan bangunlah tim Consultant Anda sendiri. Anda dapat memperoleh hingga 21 persen dari penjualan mereka yang bergabung dalam tim Anda. Sebagai tambahan Anda pun dapat memperoleh penghasilan dari penjualan orang yang mereka ajak merekomendasikan produk Oriflame. Info lebih lanjut: fidy 0812-9179275 Agus 021-94311229